Untuk foto ustadz, foto santri, logo lembaga, tanda tangan, dan gambar program donasi. Ikuti pelan-pelan, tidak perlu tergesa.
SetorHafalan tidak menyimpan berkas gambar, jadi fotonya diunggah dulu ke Google Drive — layanan gratis yang sudah ada di hampir semua HP — lalu tautannya ditempel ke aplikasi. Cara ini juga berarti foto tetap menjadi milik dan kendali lembaga Anda.
Biasanya sudah terpasang bawaan di HP Android. Pada iPhone, unduh dulu dari App Store. Masuk dengan akun Google yang sama dengan yang dipakai membuka SetorHafalan.
Tombol + berwarna berada di pojok kanan bawah. Setelah ditekan, pilih Upload, lalu ambil fotonya dari galeri HP.
Nama fotonya akan muncul di daftar berkas Google Drive Anda.
Titik tiga vertikal berada di sisi kanan nama berkas. Dari situ pilih Bagikan, lalu Kelola akses.
Ini langkah yang PALING SERING TERLEWAT. Pada bagian Akses umum, ubah dari 'Dibatasi' menjadi 'Siapa saja yang memiliki link'. Selama masih Dibatasi, foto tidak akan pernah muncul di aplikasi.
Tautannya kini tersimpan di papan tempel HP Anda, siap ditempel.
Foto ustadz ada di menu Ustadz. Foto santri di menu Santri. Logo lembaga dan tanda tangan di menu Pengaturan. Gambar program donasi ada saat membuat program di menu Program Donasi.
Untuk ustadz dan santri, tekan tombol Ubah pada barisnya. Formulirnya akan terbuka berisi data yang sudah ada.
Tekan dan tahan pada kolomnya, lalu pilih Tempel. Tidak perlu mengubah apa pun pada tautannya — aplikasi merapikannya sendiri.
Bila tautannya benar, foto langsung muncul sebagai lingkaran kecil di bawah kolom. Bila tidak muncul, hampir pasti langkah 5 di atas yang terlewat.
Selesai. Foto ustadz akan tampil di halaman laporan yang dibuka wali santri.
Ini penyebab tersering. Kembali ke Google Drive, buka Bagikan → Kelola akses, dan pastikan tertulis 'Siapa saja yang memiliki link'.
Pastikan menekan 'Salin link', bukan menyalin nama berkasnya. Tautan selalu diawali https://
Foto harus berupa berkas gambar (JPG atau PNG). Berkas PDF atau dokumen tidak bisa ditampilkan sebagai foto.
Jangan hapus fotonya dari Drive setelah tautannya dipakai. Aplikasi hanya menyimpan tautannya, bukan salinan fotonya.
Foto santri hanya terlihat oleh pengurus lembaga di dalam aplikasi. Sengaja TIDAK ditampilkan pada halaman laporan wali, sebab tautan laporan bisa diteruskan ke siapa saja — cukup sekali dibagikan ke grup — dan wajah anak beserta namanya sebaiknya tidak beredar tanpa kendali.
Mohon minta izin wali sebelum mengunggah foto anaknya. Foto anak termasuk data pribadi, dan izin lisan pun jauh lebih baik daripada tidak sama sekali.
Masih kesulitan? Kirimkan tangkapan layar bagian yang membingungkan kepada admin lembaga atau kepada kami — jauh lebih cepat daripada menebak-nebak sendiri.
Kembali ke SetorHafalan